Kendal, Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (Upgris) melaksanakan program pemasangan papan informasi bertema “Berapa Lama Sampah Terurai?” di Kelurahan Ngilir, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, selama Februari 2026. Papan edukatif tersebut dipasang di masing-masing RW yang ada di Kelurahan Ngilir, yang terdiri atas tiga RW.
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan dampak lingkungan akibat limbah yang tidak terurai dalam waktu singkat. Setiap papan memuat informasi mengenai jenis-jenis sampah serta estimasi waktu penguraiannya di alam, seperti sampah organik, plastik, kaleng, kaca, dan bahan lainnya.
Pemasangan papan informasi dilaksanakan secara bertahap di RW 1, RW 2, dan RW 3. Kegiatan di RW 1 dihadiri langsung oleh Lurah Ngilir, Darmo Sulistiyono, S.E., M.M., beserta jajaran pengurus kelurahan dan ketua RW setempat. Kehadiran perangkat kelurahan menjadi bentuk dukungan terhadap program edukasi lingkungan yang digagas mahasiswa KKN.
Koordinator KKN Kelurahan Ngilir, Ahmad Rizki Pratama, menjelaskan bahwa papan informasi tersebut dirancang sebagai media edukasi sederhana namun efektif. “Melalui papan ini, kami ingin memberikan gambaran nyata kepada masyarakat bahwa sampah tertentu membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai. Harapannya, warga lebih bijak dalam membuang dan memilah sampah,” ujarnya.
Dalam papan tersebut dicantumkan informasi bahwa sampah organik seperti sisa makanan dapat terurai dalam hitungan minggu hingga bulan, sedangkan plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun. Bahkan, limbah kaca dapat memerlukan waktu sangat lama untuk terurai secara alami. Informasi ini diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan bahan sekali pakai dan meningkatkan praktik daur ulang.
Lurah Ngilir, Darmo Sulistiyono, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Upgris yang mengangkat isu lingkungan melalui pendekatan edukatif. “Kami menyambut baik program ini karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat memahami dampak jangka panjang dari sampah yang dibuang sembarangan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa papan informasi tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi warga, terutama generasi muda, untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini. Pemerintah kelurahan berkomitmen mendukung program-program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Pemasangan papan di masing-masing RW melibatkan partisipasi pengurus lingkungan serta warga sekitar. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan mereka dalam proses pemasangan hingga diskusi singkat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga.
Secara keseluruhan, program pemasangan papan informasi waktu urai sampah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Upgris dalam mendukung gerakan peduli lingkungan di Kelurahan Ngilir. Melalui langkah sederhana namun edukatif, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dapat terus meningkat dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan.
Dipost : 04 Maret 2026 | Dilihat : 31
Share :